Feeds:
Pos
Komentar

Di dalam UU no. 1/1970 tentang keselamatan kerja pada pasal 1 telah di tetapkan bahwa ahli K3 ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departeman Tenaga Kerja yang di tunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-Undang ini, disamping dijelaskan bahwa setiap pelaksanaan pekerjaan yang mempekerjakan lebih dari 100 orang atau pada pekerjaan yang beresiko tinggi harus di tempatkan seorang ahli K3.

Ini merupakan prasyarat yang harus diperhatikan oleh para pemimpin proyek konstruksi, baik proyek pemerintah maupun proyek swasta, karena dalam setiap pekerjaan konstruksi, baik kecil maupun besar, akan mendatangkan resiko yang tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dengan digunakannya peralatan-peralatan berat dalam setiap proses pekerjaan.

Untuk menjaga dan melindungi pekerja dari  kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja pada proyek konstruksi, maka sesuai persyaratan undang-undang harus ditempatkan seorang atau beberapa pengawas K3 yang kompeten atau berkeahlian atau berkemampuan dan mumpuni melakukan pengawasan dan pembinaan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di lapangan proyek konstruksi.

Sebagaimana fungsi dan keberadaan ahli K3 adalah sebagai pengawas dilaksanakannya kegiatan keselamatan dan kesehatan kerja tersebut, maka seorang ahli K3 harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan proyek konstruksi, yaitu kemampuan diri yang bersifat kognitif, psykhomotorik dan afektif yang terpadu sebagai pengawas K3 tersebut dan harus di uji sesuai persyaratan kompetensi yang ditetapkan dalam standar kompetensi yang ditetapkan untuk itu.

Untuk mendukung kompetensi ahli K3 tersebut terdapat 5 aspek utama yang harus dimiliki dan diperhatikan sebagai pengawas pelaksanaan proyek konstruksi, yaitu :

1. Aspek Peraturan perundang-undangan,

Seorang ahli K3 harus memahami semua peraturan dan perundang-undangan yang telah diterbitkan oleh pemerintah, yang telah mengatur semua ketentuan yang harus dilakukan oleh setiap warga negara dalam melaksanakan suatu kegiatan tertntu, termasuk sangsi-sangsi pidana yang akan dikenakan apabila terjadi pelanggaran.

2. Aspek Ke-engineeringan,

Seorang ahli K3 yang bekerja di proyek konstruksi harus memahami proses kerja pelaksanaan proyek konstruksi, seperti metode kerja, teknik-teknik konstruksi, hal ini sangat mendasar karena untuk dapat memberikan advis tentang K3 seorang ahli K3 harus paham ilmu teknik pelaksanaan konstruk, apabila tidak paham makan akan sulit dalam memberikan advis.

3. Aspek Sistem Manajemen,

Seorang ahli K3 harus memiliki pemahaman terhadap sistem untuk mengelola proses keselamatan dan kesehatan kerja terhadap segala sesuatu kegiatan yang terkait dengan proses [roduksi dengan memperhatikan unsur-unsur pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang berpotensi dapat merugikan manusia.

4. Aspek Tanggap darurat,

Sebagai ahli K3 harus menguasai sistem tanggap darurat, yaitu ilmu dan teknik melakukan tindakan yang tepat pada saat terjadinya insiden kecelakaan kerja atau musibah yang terjadi, misalnya gempa bumi, kebakaran, bangunan runtuh, lonsor dan lainnya.

5. Aspek pelatihan dan konsultasi

Ahli K3 sebagai pengawas harus mampu menyampaikan apa yang dipahami tentang aspek aspek K3 kepada orang lain, baik kemapda pimpinan proyek, kepada para pekerja maupun kepada orang lain yang terkait dengan pelaksanaan proyek konstruksi.

Kelima aspek utama diatas harus dikuasai oleh seorang Ahli K3 dalam melaksanakan pekerjaannya. untuk uraian akan di tulis lebih lanjut dan ini disarikan dari tulisan Ir. Edi Gondowardojo, MM

Untuk membuat kehidupan yang lebih baik, kita harus pintar dalam mengatur keuangan yang kita miliki, mulai dari bagaimana kita mendapatkan uang (tentunya dengan cara yang halal jangan korupsi yaa..) menggunakan uang kita (disini periode menggunakan berdasarkan kebutuhan), dan tak lupa mengembangkan uang kita agar kebutuhan masa depan tercukupi dan terjaga kesinambungannya.

Kita dapat mengatur tiga fase untuk dapat menjadi kaya yang alami, bukan hasil korupsi atau menipu ( no money no dong).

Dimana fase pertama kita harus memiliki kemampuan untuk menghasilkan uang, bisa dengan bertani, berkebun, berternak, atau bekerja di perusahaan swasta atau pemerintah menjadi PNS (penghasilan nan sedikit….jangan mau yaa) atau berusaha, bisnis  atau dari hasil investasi, banyak sekali peluang untuk menjadikan kita punya uang, tentunya harus dengan kenyakinan dan kemauan untuk mencarinya (jangan malas yaa mulailah dengan keyakinan dan dari yang kecil dengan terus melakukan ; improvement continually).

Pada tulisan saya kali ini membahas lebih banyak di fase kedua ini yaitu fase pemanfaatan uang kita dengan pintar dan bijak. Pepatah lama mengatakan ” janganlah kita seperti besar pasak daripada tiang “, untuk pepatah lama ini saya masih bersetuju, karena untuk menjadi kaya kita dapat memanfaatkan dan mengembangkan prinsif yang ada didalam makna pepatah tua ini. Yaitu dengan memulai dengan berprinsif bahwa kita dalam menggunakan uang kita haruslah “menghabiskan/membelanjakan lebih sedikit/kecil dari uang yang kita dapatkan/miliki” atau dengan kata lain hiduplah dengan menghabiskan uang di bawah kemampuan, dengan demikian kita memiliki uang sisa untuk di kembangkan yang setiap bulannya bila diakumulasikan menjadi harta misal dengan rutin membeli emas maka dalam waktu jangka panjang kita akan memililiki jalan menuju kaya.

Lantas apa kaitan fase kedua ini dengan judul diatas….???

Sabar kita akan menuju kesana namun sebelum kesana saya akan memberikan ilustrasi sederhana dari perhitungan uang receh, sebagai contoh bila seseorang punya kebiasaan lama untuk m*****k dan apabila dihitung setiap hari menghabiskan r***k semisal 12,000 rupiah maka dalam sebulan total uang sebesar 360,000 rupiah, coba dihitung lagi untuk setahun menjadi 4,320,000 rupiah, dan sangat fantastis bila tak terbayang oleh kita apabila kebiasaan m*****k kita selamanya sudah berlangsung selama sepuluh tahun maka total uang yang di habiskan 43,200,000,- rupiah ini hampir sama dengan 100 gram emas. (maaf bagi per***k ini hanya untuk memudahkan dalam ilustrasi saja untuk contoh agar mudah dipahami tidak bermaksut lain)

Untuk dapat mengimplementasikan hidup kita hanya menghabiskan uang kita dibawah kemampuan, begini sederhananya hiduplah dengan tidak menghabiskan uang anda yang bisa didapat setiap bulannya, atau investasikan uang anda sebagian dengan cara berinvestasi terlebih dahulu baru dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari dan lakukan ini rutin setiap bulan.

Nah…tidak usah banyak alasan, kita pasti bisa melakukannya yaitu kita harus memiliki komitmen sendiri yang kuat dahulu bahwa anda ingin berubah dalam hidup ini.  Ok…setuju bahwa saya akan berkomitment untuk menyisihkan sebagian penghasilan saya untuk investasi agar masa depan lebih baik.   nah…begitu baru kita lanjutkan..

Cara sederhana untuk dapat hidup dibawah kemampuan kita perbulan dan agar dapat secara kontinue berinvestasi maka kita harus memahami hal yang satu ini, yaitu anda harus dapat dengan kuat dan sadar membedakan antara yang mana KEBUTUHAN anda dan mana yang hanya KEINGINAN saja.

“Kebutuhan” adalah sesuatu hal yang anda butuhkan dalam hidup ini seperti makan, pakaian, tempat tinggal (sewa/beli sama saja) atau yang lainnya seperti transportasi kerja uang sekolah anak, yang benar benar dibutuhkan bila tidak ada maka anda akan susah bahkan bisa mati karenanya.

“Keinginan” adalah sesuatu hal yang kita beli hanya untuk kesenangan saja, ini didorong rasa ingin, emosi, gengsi, balas dendam, aji mumpung dll  padahal kita tak penting banget, misalnya, gonta ganti HP atau beli yang mahal-mahal padahal bila kita butuh komunikasinya saja maka cukup yang sederhana saja. Emosi keinginan kita selalu dipengaruhi oleh iklan di TV akan keinginan untuk membeli barang seperti ini, membeli makanan yang hanya untuk pemborosan bukan untuk kebutuhan lalu jadi obesitas, mengapa kita rela dan mau menjadi korban iklan di TV yang mereka itu hanya mau dengan uang kita bukan membantu kita meningkatkan tarap hidup kita,….mauuuu bila mau anda sudah terkena penyakit tamak hati hati segera di obati.

Setiap kali kita/anda atau siapapun akan membeli barang, apakah terpikir oleh kita bahwa barang tersebut adalah sebuah KEBUTUHAN atau hanya KEINGINAN semata bagi anda sekalia…????? pernahkah….??????

Agar lebih jelas dan mudah anda membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang hanya kenginan saja maka saat ini juga anda ambil pena dan kertas, ok sudah siap….oke…silahkan buat daftar seperti ini kertas anda bagi dua dengan garis di tengah-tengah dari atas ke bawah, lalu tulis yang kiri adalah kebutuhan dan yang kanan adalah keinginan, siap beri nomor yaa.

stop…sebentar tambahkan juga di kanan nya berapa uang yang harus anda habiskan untuk itu, ok lanjutkan

Kebutuhan         :

1. Belanja maka rumah tangga Rp. 2,000,000,-

2. Uang sekolah anak……… ok anda lanjutkan yaaa

3. ……….dst

Keinginan           :

1. Ganti HP baru orang sudah BB semua  Rp. 3,000,000,-

2. ………dst

masukan semua yaa apapun itu pengeluaran anda yaa sekecil apapun, beli rokok sekalipun yaaa

Dari sana nanti anda akan tercengang bahwa betapa besarnya pengeluaran anda…..lalu pastikan itu adalah benar-benar kebutuhan anda atau hanya suatu keinginan saja, anda beli karena gengsi atau ingin kelihatan gagah atau cantik saja tapi buntuk alias punya HP bagus tapi tak bisa beli pulsa he he he he.

Langkah selanjutnya anda harus menseleksi dan memotong biaya-biaya yang hanya keinginan saja dan juga kebutuhan harus di turunkan misal kebiasaan berjajan diluar dengan membawa minum dari rumah. Selesai dengan ini selanjutnya anda masuk ke fase yang ketiga dari uraian saya ini yaitu INVESTASIKAN uang anda sedikit sekalipun nah untuk ini akan di bahas nanti sederhanya anda saya anjurkan beli emas saja baik dengan cara cash atau kredit di bank syariah.

Bertempat di kampus Politeknik Negeri Sriwijaya pada tanggal 10 sampai 14 Agustus telah dilaksanakan Pelatihan dan Uji Kompetensi K3 bagi calon alumni baru Jurusan teknik Sipil POliteknik Negeri Sriwijaya berjumlah 49 orang beserta 14 orang stafs Dosen POliteknik Negeri Sriwijaya, dan juga telah dilakukan uji kompetensi Ahli muda bagi Dosen dan berhasil lulus sebanyak 12 orang. Setelah mengikuti pelatihan ini calon alumni kompeten sebagai PETUGAS K3 bila mereka bekerja nanti dan untuk menjadi AHLI MUDA K3 mereka masih harus menambah pengalaman kerja selama 3 tahun baru setelah itu dapat mengikuti ujian kompetensi untuk mendapatkan AHLI MUDA K3, apabila sudah memiliki kompetensi AHLI MUDA K3 maka yang bersangkutan dapat bekerja di proyek sebagai safety officer atau manajer HSE. Tentunya ini sangat menguntungkan karena dengan adanya keahlian khusus ini meningkatkan daya saing alumni di pasar kerja khususnya ke luar negeri yang telah konsen sekali dengan K3, atau di perusahaan yang besar seperti di migas, tambang, BUMN, yang telah ketat memberlakukan ketentuan K3 maka ini akan sangat menguntungkan bagi alumni Teknik Sipil.

K3 dibutuhkan bagi semua orang tidak hanya untuk Jurusan Teknik SIpil tapi semua, MEsin, Listrik, Kimia, Komputer, Ekonomi dll, semua kita membutuhkan kesadaran tentang K3, manfaat K3 bagi semua orang harus telah menjadi budaya semestinya. Di negara tetangga kita Jepang budaya K3 ini telah di ajarkan sejak mereka duduk di bangku SD bagaimana di negra kita…???

Untuk itulah seiring dengan PERMEN PU 2008 tentang SMK3 (sistem manajemen K3) konstruksi bahwa semua proyek konstruksi di kementrian PU telah wajib menerapkan SMK3 sejak proses lelang di mulai sudah harus membuat RK3K (rencana K3 konstruksi) dan juga perusahaan juga harus menerapkan SMK3 perusahaan atau program di A2K-Indonesia disebut K3 PRO.

Guna menunjang program pemerintah ini maka di saat ini telah ada Assosiasi Ahli K3 Indonsia Guna mewadahi para ahli bidang K3 untuk mensosialisasikan dan mengembangkan serta memberikan pengetahuan bagi masyarakat akan pentingnya K3. Atas Dasar inilah maka Saya sebagai ketua wilayah Sumatera Selatan A2K4-Indonesia mangadakan pelatihan dan uji kompetensi Ahli Muda K3 di kampus, untuk yang akan datang semua alumni Jurusan Teknik Sipil AKan dibekali dengan keahlian K3, lalu pada tahun-tahun berikutnya akan di kembangkan pada jurusan yang lain seperti mesin, kimia, elektro dll.

Berikut ini rekaman saat diadakan pelatihan dengan pengajar yang ahli dibidangnya dari Jakarta.

Cara Menjadi Kaya

Tulisan ini untuk menjawab kegiatan duniawi, dan akan dapat membuat akherat kita terdongkrak bobotnya, jadi jangan skeptis dahulu dengan keinginan untuk menjadi kaya. Pertanyaannya adalah siapa yang paling besar dan banyak mengeluarkan zakat dan bersedekah dalam hidupnya…..? adalah Muslim yang kaya dan Nabi Besar Kita adalah orang kaya beliau adalah saudagar kaya, suatu hal yang mustahil Muslim yang miskin dapat berzakat dan bersedekah dengan banyak bahkan mungkin mereka adalah yang wajib diberikan zakat. Contoh lain untuk dapat menunaikan Ibadah Haji ke Makkah kita harus punya uang alias kaya. Jadi berkeinginan untuk menjadi kaya tidaklah tabu dalam Islam (maaf karena saya Muslim), maka dirasa benar bila kita ingin belajar bagaimana caranya untuk menjadi kaya maaf bagi teman-teman yang skeptis dengan ingin menjadi kaya, bagi saya adalah bagaimana jalannya kita mencari kekayaan itu yang lebih penting. Dalam pemikiran saya mengapa kita tidak bisa menjadi kaya bukan karena tidak diberi rejeki yang banyak oleh Tuhan tapi kitanya yang tidak siap menacari dan menerima berkah dari Tuhan, alias dari dalam diri kita yang tidak siap dan mampu. Sebagai mahluk Tuhan yang maha sempurna dan diberikan otak untuk berfikir maka saya dapat berbagi pokok-pokok pikiran dari Tung Desem Waringin yang dalam bukunya Financial Revolution dijelaskan sebagai berikut :

1. Kita harus punya kenyakinan yang benar dan bulat untuk jadi kaya.

2. Memiliki tujuan yang jelas dan mantap.

3. Memiliki kenyakinan agar mampu mencapai tujuan kita.

4. Merasa kita harus mencapai tujuan kita.

5. Punya strategi-strategi yang jitu dan terbukti membantu kita jadi kaya dengan cepat dan aman.

6. Mengetahui dan menggunakan jalur yang alamiah dan mudah bagi kita untuk menjadi kaya.

7. Membuat rencana yang realistik

8. Melakukan tindakan sesuai dengan rencana

9. Melakukan monitor dan perbaikan

10. Bertanggung jawab untuk terus belajar dan bertindak.

Sekarang kita dapat memahami sendiri dari 10 macam diatas kita sudah merada di mana……? apakh kita memiliki kenyakinan untuk bisa menjadi kaya dan memiliki cara untuk mencapai itu dengan rencana yang realistik secara alamiah lalu kita action……dan amati modifikasi lalu kita di tuntut untuk bertanggung jawab dengan juga tetap membayar ZAKAT.

Financial Level

Kuliah dengan penuh perjuangan, jadi yang terbaik di kampus dengan gelar sederet, setelah itu kita bekerja setelah itu kita bertanya apa yang sesungguhnya keinginan ……????? kerja bagus, posisi bagus, jabatan bagus, banyak orang menginginkan ini.

Namun apa daya kembali dengan hasil yang didapat kita terjebak kedalam seberapa besar keinginan terpenuhi, sederet pertanyaan lain yang bermuara FINANCIAL yang kita harapkan, walau ada sebagian orang tidak sebatas financial karena banyak yang bekerja dengan keras namun mau di bayar kecil itu artinya tidak mau atau tidak bisa menghargai dirinya sendiri atau tidak menghargai ciptaan TUHAN yang maha sempurna ini.

Bagi yang telah menyelesaikan study dan mulai masuk kedunia nyata bekerja atau berbisnis, apapun itu yang anda tekuni dalam hidup ini  kita perlu merencanakan kehidupan yang lebih baik dengan memperhatikan tingkat penghasilan dan seberapa besar standar hidup yang anda tetapkan sebagai bentuk penghargaan atas ciptaan TUHAN , dapat di pelajari dari pendapat Anthony Robbins sebagai barikut :

1. FINANCIAL PROTECTION, di level ini berlaku bagi seseorang yang telah bekerja tetap baik swasta atau pegawai negeri yang telah dapat memenuhi kebutuhan MINIMUM dalam hidupnya, yaitu bisa makan, berpakaian, menyekolahkan anaknya seadaanya, dan belum bisa memiliki rumah sendiri alias masih numpang di rumah mertua indah dan rumah sewa.

2. FINANCIAL SECURITY, di level ini seseorang telah bekerja dengan tetap dan mengembangkan uang yang ada padanya dari gaji atau bonus untuk memiliki INVESTASI yang telah dapat memenuhi kebutuhan cicilan rumah, biaya makan, cicilan mobil, dan asuransi.

3. FINANCIAL VITALITY, dilevel ini seseorang memiliki investasi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang memadai, hiburan atau liburan atau entertainment, dan mampu membeli barang mewah yang diinginkan.

4. FINANCIAL INDEPENDEN, di level ini seseorang memiliki investasi yang cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidupnya dengan tidak bekerja lagi.

5. FINANCIAL FREEDOM, di level ini seseorang memiliki investasi yang banyak dan aman untuk memenuhi gaya hidup yang dia inginkan tanpa harus bekerja lagi seumur hidupnya.

6. ABSHOLUT FINANCIAL FREEDOM, di level ini seseorang telah memiliki banyak sekali investasi yang aman dan dapat memenuhi apa saja yang dia inginkan, kapanpun dia menginginkan, dan dimanapun dia menginginkan, dengan siapapun dia menginginkan, sebanyak dan selama yang dia inginkan selamanya dengan tidak bekerja lagi seumur hidupnya.

Dari pendapat AR diatas alias Amiruddin, maka dapat di pahami beberapa hal penting untuk di lakukan sebagai jalan atau tahap untuk naik ke level yang lebih tinggi wajib dilakukan. Syukur Alhamdulillah bila kita sudah bekerja tetap kita telah berapa di level 1 untuk selanjutnya apabila kita ingin naik ke level 2,3,4,5 dan 6  maka kita harus mulailah berencana melakukan sesuatu, misal mulailah dengan uang kita, gaji atau bonus kita melakukan investasi dan investasi secara terus menerus dan disiplin, sehingga selalu bergerak untuk menjadikan uang kita bekerja untuk kita dan membebaskan kita untuk bekerja sehingga kita dapat menikmati hidup ini.

Pertanyaan sekarang yaitu…investasi apa yang cocok untuk kita….? tentunya setiap orang akan berbeda-beda tergantung banyak faktor, modal, keberanian, komitmen dan lainya…namun saran saya adalah kita harus punya komitmen yang kuat dahulu.

Mulailah punya komitmen pada diri sendiri untuk memiliki kebebasan financial di masadepan hidup anda, to be continue

Ada dua alat bantu untuk menganalisys trading forex agar dapat untuk yaitu, teknical analisys dan fundamental analisys. Kita dapat menggunakan salah satu saja atau gunakan keduanya, namun untuk ketepatan dalam memprediksi pasar kita sebainya menggunakan keduanya, dalam waktu trading yang sama atau berbeda atau kita pilih waktu trading tertentu dengan menggunakan salah satu darinya. Ini sangat tergantung dari masing-masing setelah melakukan riset sendiri mana yang palin cocok untuk anda. Namun saran saya apabila anda ingin menggunakan teknikal analisys sendirian maka gunakan di waktu pasar tidak terlalu aktif, untuk itu dapat di pelajari dalam link berikut ini. selamat belajar

http://www.yourtradingcoach.com/Videos-Technical-Analysis/Candlestick-Charting-Videos.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pedoman Beton 3th

 

MERANCANG BETON

Tujuan

Setelah akhir pelajaran mahasiswa diharapkan dapat :

  1. Merancang kebutuhan bahan beton untuk mutu beton yang rendah.
  2. Merancang kebutuhan bahan beton untuk mutu beton yang bermutu tinggi.

Pendahuluan

Didalam persyaratan campuran beton telah ditetapkan bahwa untuk pembuatan mutu beton rendah (Bo, B1 dan K125) dapat dipakai campuran semen, pasir dan kerikil/batu pecah dalam perbandingan isi/volume = 1 : 2 : 3 atau 1 : 1 ½ : 2 1/2 , dengakan untuk mutu beton yang diatas K125 atau mutu beton yang baik dipakai campuran beton yang direncanakan dengan melalui percobaan untuk mengetahui karakteristik beton yang diinginkan.

Uraian mengenai rancangan beton ini hanya mutu beton yang rendah, sedangkan untuk mutu beton yang tinggi dapat dilihat pada pelajaran teknologi beton. Didalam pembuatan campuran beton mutu rendah disamping dengan cara diatas dapat juga menggunakan cara sekop, ember, atau kereta dorong. Rancangan dengan cara ini dapat dilihat di bawah ini :

PERHITUNGAN KEBUTUHAN BAHAN

Pertama-tama kapasitas dari sekop, ember dan kereta dorong di cari dahulu, hingga didapat data-data sebagai berikut :

1 sekop berisi 3,5 liter

1 ember berisi 7 liter

1 kereta dorong 40 kg = 32 liter

Jadi :

1 Kereta dorong = 65/3 ½  =  18,57   ∫    19 sekop

1 ember = 1 zak semen = 32 / 3 ½  = 9,1 sekop  ∫  9 sekop

Misal :

Diketahui :

1 m3 beton memerlukan bahan :

  1. Semen = 300 kg = 240 liter atau 7,5 zak (@40 kg)
  2. Air = 0,6 x 300 = 180 liter atau 26 ember air.
  3. Agregat = 1920 liter atau 29 gerobak + 5 ember

Ditanya :

0,250 beton = ¼ M3 jadi kebutuhan bahan untuk 250/M3

Jadi kebutuhan bahan ¼ M3 beton adalah sebagai berikut :

Semen                  = ¼ x 240 liter = 60 liter  ∫ 2 zak

Air                          = ¼ x 180 liter = 45 liter ∫  6,5 ember

Agregat                                = ¼ x 1920 liter = 480 liter  ∫ 7 kerete dorong + 4 ember

 

Atau

Semen                  = ¼ x 7,5 sak = 2 sak

Air                          = ¼ x 26 ember = 6,5 ember

Aggregat              = ¼ x 29 gerobak dorong + 5 ember = 7 gerobak dorong + 4 ember

 

MENGADUK BETON SECARA MANUAL

Tujuan

Setelah akhir pelajaran Mahasiswa diharapkan dapat :

  1. Menerangkan persyaratan pengadukan
  2. Menyebutkan peralatan yang dipakai
  3. Menerangkan prosedur pengadukan secara manual

Pendahuluan

Mengaduk beton secara manual adalah mengaduk beton dengan menggunakan peralatan yang sederhana yang tenaga penggeraknya dipakai tenaga manusia. Cara pengadukan seperti ini samapai sekarang masih tetap dilakukan, karena disamping murah juga cara kerja yang sangat mudah. Akan tetapi pengadukan secara manual, hanya boleh dilakukan untuk pembuatan mutu beton kurang dari Bo dan volume yang kecil. Banyaknya volume aduk untuk sekali aduk dibatasi pula, yaitu tidak boleh melebihi ¼ M3 ini bertujuan agar pengerjaan dan kerataan aduk mudah dicapai.

PERSYARATAN PENGADUKAN

  1. Bahan-bahan aduk harus tercampur merata
  2. Lama pengadukan dibatasi sampai adukan terlihat merata dan mengental
  3. Pengadukan beton untuk semua mutu beton, kecuali mutu Bo harus dilakukan dengan mesin pengaduk. Mesin pengaduk untuk membuat beton kelas III harus dilengkapi dengan alat pengukur jumlah air pencampur .
  4. Selama pengadukan berlangsung, pengawasan pelaksanaan harus diperhatikan benar-benar, misalnya : memeriksa slump dari setiap campuran beton yang baru.
  5. Adukan yang tidak memenuhi syarat minimal, tidak boleh dipakai dan dipergunakan untuk pengecoran konstruksi lain yang mutu betonnya lebih rendah.

PROSES PENGERJAAN PENGADUKAN BETON SECARA MANUAL

KETENTUAN YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENGADUK.

Mengaduk beton secara manual perlu diperhatikan kerataan pencampuran bahannya, apabila pada campuran tersebut terlihat ada perbedaan warna maka campuran tersebut belum rata/homogeny. Untuk itu pengadukan harus dilakukan kembali, kerataan pencampuran dapat diperoleh pada umumnya setelah 3 kali pengadukan. Jika tidak, maka harus ulangi samapai tercapai komogenitas campuran itu. Disamping ini perlindungan adukan dari kotoran dan cuaca merupakan salah satu usaha untuk mencegahberkurangnya mutu adukan. Perlindungan ini dapat dilakukan dengan membuat tempat aduk dari papan kayu atau lantai kerja yang diplester dan atasnya dipasang atap pelindung. Atau dari bahan yang tidak meresap air, seperti pelat besi.

PERALATAN

  1. Cangkul
  2. Sekop
  3. Bak kayu/dolak
  4. Ember
  5. Alat pemadat besi atau kayu

LANGKAH KERJA

  1. Buat/tempatkan bak pengaduk dekat timbunan bahan
  2. Siapkan semua peralatan yang diperlukan
  3. Ambil dan tuangkan bahan-bahan ketempat pengadukan sesuai dengan ketntuan perbandingan campuran

PERHATIKAN

  1. Dalam penuangan bahan, kerikil harus dudahulukan, kemudian diatasnya dibuangpasir dan terakhir kerikil.
  2. Timbunan bahan dibuat menyerupai bentuk gunung

 

 

  1. Aduk bahan-bahan tersebut higga tercampur merata (warna campuran bahan sama)
  2. Setelah adukan merata. Siram airuntuk perawatan.

PERHATIKAN

  1. Bersama dengan penyiraman air, aduk beton dibolak balik seperti Nampak pada gambar.
  2. Ini terus dilakukan sampai air tercampur seluruhnya dan adukan terlihat agak plastis.

MENENTUKAN GRADASI AGREGAT DENGAN ANALISA SARINGAN.

Tujuan akhir pelajaran Mahasiswa diharapkan dapat :

-          Menentukan baik atau kurang baiknya gradasi agregat dengan menggunakan analisa ayakan.

Pendahuluan

Gradasi agregta merupakan salah satu factor yang turut menmukan mutu dari pada beton yang di buat. Didalam pelaksanaan pebuatan beton dilapangan, gradasi agrgeta sering berubah ubah, ini disebabkan belum adanya penjualan agregat berdasarkan besar ukuran butirnya.

Mengingat pentingnya gradasi agregat maka untuk mencapai gradasi agregat yang di tentukan ama setiap kali mendatangkan agregat harus dilakukan pemeriksaaan dan analisa ayakan.

PEMERIKSAAN LAPANGAN

Diketahui :

Setelah beberapa kali mendatangkan agregat, kemudian dilakukan pemeriksaaan gradasinya, ternyata hasil pemeriksaaan ini menunjukan bahwasannya gradasi agregat berubah bentuk daripada yang inginkan (gradasi agregat sebenarnya digambarkan dengan garus putus)

Ditanya :

Tindakan apa yang diambil apabila gradasi agregat tidak sesuai dengan gradasi yang diinginkan.

JAwab :

  1. Jika pada agregat halus terdapat agregat kasar atau sebaliknya maka harus dilakukan kembali penentuan prosentase agregat halus dan kasar, agar didapatgradasi yang diinginkan.
  2. Jika agregat sudah terbagi dalam berbagai fraksi maka dapat dilakukan dengan data-data sebagai berikut :

Keterangan :

Angka-angka dalam lingkaran yang tercantum dalam gambar……. Mempunyai arti sebagai berikut :

(1)    = daerah tidak baik, diperlukan terlalu banyak semen dan air

(2)    = daerah baik, tetapi diperlukan lebih banyak semen dan air dibandingkan dengan (3).

(3)    = Daerah baik sekali

(4)    = Daerah baik untuk susunan butir diskontinu

(5)    = Daerah tidak baik, terlalu sulit dikerjakan.

Catatan :

Untuk mencapai suatu kekuatan beton tertentu pada suatu nilai slump tertentu, pada umumnya diperoleh penghematan semen sebanyak 25 kg/m3 beton pada daerah (3) dibandingkan dengan daerah (2).

 

FORMULIR GRADASI AGREGAT.

 

 

 

 

Jadi dari data diatas maka dapat diambil tindakan :

  1. Untuk fraksi 0 – 4 mm prosentase agregat harus dikurangi sebanyak 30%
  2. Untuk fraksi 4 – 16 mm prosentase agregat harus ditambah sebnayak 41 %
  3. Untuk fraksi 16 – 32 mm prosentase agregat haryus tetap.

FAKTOR AIR SEMEN

Tujuan

Setelah akhir pelajaran MAhasiswa diharapkan dapat :

  1. Menerangkan arti dari factor air semen
  2. Menerangkan pengaruh nilai factor air semen terhadap mutu beton.

Pendahuluan

Pengerasan beton disebabkan oleh pengerasan pasta semen yang mengikat agregta menjadi suatu kesatuan. Untuk membuat semen menajdi bahan pengikat diperlukan air banyaknya air yang dicampur ditentukan oleh berat semen yang dipergunakan. Sedangkan untuk membuat semen terhiodrasi air minimum 0,35 x berat semen. Akan tetapi air sebanyak ini akan menyebabkan beton yang dihasilkan terlihat kering dan susak dikerjakan.

Agar adukan beton mudah pengerjaanya, maka diperlukan penambahan air, agar penambahan air tidak terlalu banyak maka dilakukan pembatasan seperti terlihat pada table…………

PENGERTIAN DARI FAKTOR AIR SEMEN

Telah diuraikan pada pendahuluan bahwa banyak air tergantung dari berat semen yang dipakai, perbandingan antara berat air bebas (agregat dalam keadaan kering permukaan tetapi jenuh air) dengan berat semen disebut “Faktor Air Semen/water cement ratio) :

Jadi : FAS (factor air semen) = Kadar berat air bebas/berat semen

Contoh : FAS = kadar air bebas : berat semen

0,5 = 150 liter : 300 kg/m3

 

PENGARUH NILAI FAKTOR AIR SEMEN TERHADAP MUTU BETON

Berdasarkan percobaan yang dilakukan, ternyata nilai factor air semen sangat menentukan mutu dari beton. Perbedaan pemakaian F.a.s terhadap mutu beton dapat dilihat pada grafik…………………

Grafik…………adalah grafik pemakaian fas yang berbeda terhadap kekuatan beton

 

 

 

Perhatian :

  1. Pemakaian nilai factor air semen kurang dari ketentuan akan menyebabkan kurang kuatnya pengikatan antara masing-masing bahan sehingga beton mudah retak.
  2. Pemakaian nilai factor nilai air semen yang berlebihan akan menimbulkan segregasi dan bleeding pada beton yang berakibat pula timbulnya pori-pori pada beton sehingga menurunkan mutu beton.

BATAS PEMAKAIAN NILAI FAKTOR AIR SEMEN

Mengingat pentingnya menjaga nilai fas yang stabil maka dilakukan pembatasan

  1. Nilai factor air semen maksimum 0,5 dipakai untuk beton rapat air
  2. Nilai factor air semen antara 0,5 – 0,6 masih memungkinkan dipakai untuk beton rapat air.
  3. Nilai factor air semen lebih dari 0,6 dipakai untuk beton yang tidak rapat air dan konstruksi yang di buat harus dilindungi.

Karena alas an-alasan diatas ini, maka di PBI 1971 dicantumkan pemakaian nilai factor air semen maksimum (lihat table…..)

Tabel…..Jumlah semen minimum dan nilai factor air semen maksimum.

 

Kondisi letak bangunan

Jumlah semen minimum

per m3 beton (kg)

Nilai factor air semen maksimum

Beton didalam ruang bangunan :

  1. Keadaan keliling nonkorosif
  2. Keadaan kelling korosif disebabkan oleh kondensasi atau uap korosif.

Beton di luar bangunan :

  1. Tidak terlindung dari hujan dan terik matahari  langsung.
  2. Terlindung dari hujan dan terik matahari langsung.

Beton yang masuk kedalam tanah :

  1. Mengalami keadaan berganti-ganti
  2. Mendapat pengaruh sulfat  alkali dari tanah atau air tanah

Beton yang kontinu berhubungan dengan air

  1. Air tawar
  2. Air laut

275

325

325

275

325

375

275

375

0,60

0,52

0,60

0,60

0,55

0,52

0,57

0,52

 

MENGADUK BETON SECARA MASINAL

Tujuan

Setelah akhir pelajaran Mahasiswa diharapkan dapat :

  1. Menyebutkan dan menerangkan factor-faktor yang menentukan penempatan mesin pengaduk.
  2. Menerangkan cara kerja dari pengadukan secara masinal
  3. Menentukan waktu pengadukan.

Pendahuluan

Pengadukan beton secara masinal dilakukan dengan menggunakan mesin pengaduk (molen/mixer). Dibandingkan dengan penmgadukan manual hasil pengadukan secara masinal lebih baik, karena homogenitas adukan lebih merata, volume pengadukan lebih banyak serta nilai kekokohannya 20-50% ;lebih besar.

PENEMPATAN MESIN PENGADUK DITEMPAT PEKERJAAN

Guna mempermudah berlangsungnya proses pengadukan beton serta mengefektifkan pemakaian mesin pengaduk, maka masalah penempatan mesin pengaduk merupakan unsure utama yang menunjang tercapainya tujuan tersebut.

Faktor=-faktor yang perlu diperhatikan dalam menempatkan mesin pengaduk, yaitu :

  1. Bentuk dan letak bangunan yang dibuat, agar lokasi pengecoran mudah dijangkau.
  2. Penempatanb timbunan bahan. Mesin pengaduk harus diletakan dekat timbunan bahan agar pengambilan bahan mudah dilaksanakan. Begitu pula penempatantimbunan harus dekat dengan konstruksi yang akan di cor dengan masing-masing bahan ditempatkan terpisah dan di ataur rapi, agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas didalam lokasi pekerjaan.
  3. Letak tempat pengadukan terhadap tempat pengecoran dan kedudukan mesin penmgaduk.

Dengan mengetahui perbedaan ketingian perletakan tempat pengadukan ini akan dengan segera dapat ditentukan jenis angkut bahan yang paling baik dipakai.

  1. Kapasitas dan kondisi dari mesin itu sendiri
  2. Kelancaran lalulintas, tanpa mengganggu satu sama lain pelaksanaan pekerjaan.

Dengan mempertimbangkan factor-faktor diatas ini maka dengan mudah digambarkan penempatan mesin pengaduk didalam suatu proyek.

  1. Penempatan mesin pengaduk sederhana.

Karena penakaran bahan berdasarkan volume, maka diantara timbunan bahan dan tempat mesin pengaduk diberi jarak bebas, guna memasukan bahan kedalam tromol.

 

  1. Penempatan mesin pengaduk modern.

Masin ini untuk penentuan perbandingan bahannya digunakan berat, dan biasanya mesin ini dilengkapi bahan sehinga antara timbunan bahan dan mesin pengaduk saling didekatkan perletakannya.

 

PROSEDUR PENGADUKAN

 

  1. Peralatan :
    1. Mesin pengaduk
    2. Bak penampung adukan dari kayu/metal
    3. Dolak
    4. Sekop
    5. Ember.
    6. Langkah kerja :
      1. Persiapkan semua bahan dan peralatan yang diperlukan.

 

  1. Letakan mesin pengaduk pada kedudukan yang stabil dan strategis.

 

 

  1. Jalankan mesin sesuai dengan tenaga penggeraknya.
  2. Dengan menggunakan ember masukkan ± 50% air pencampur beton kedalam tromol

 

  1. Masukan pula seluruh pasir kedalam teromol

 

 

  1. Tambahkan seluruh semen kedalam teromol

 

  1. Tambahkan pula sedikit air tujuannya untuk mempermudah tercampurnya bahan

 

 

  1. Dengan menggunakan dolak, masukan seluruh kerikil kedalam teromol

 

  1. Masukan sisa air kedalam teromol

 

 

  1. Biarkan seluruh bahan tercampur selama  ± 5-6 menit

 

  1. Kosongkan teromol dengan menuangkan seluruh adukan pada bak penampung.

 

  1. Bersihkan teromol dari sisa-sisa aduk yang masih melekat pada dinding teromol.

 

LAMA PENGADUKAN

Ketentuan lamanya pengadukan, dalam mengaduk secara manual kurang diperhatikan, jadi sebagai pedoman bahwa adukan telah selesai (jadi) ialah berdasarkan visual saja, yang mana bila terlihat adukan sudah mengental dan merata pencampuran bahannya. Pengamatan secarea visual ini kadang kala dilakukan dalam pengadukan secara manual akan tetapi dengan persyaratan bahwa adukan yang dikerjakan mutunya rendah. Sedangkan untuk mutu beton yang tinggi waktu pengadukan ditentukan lamanya pengadukan berdasarkan :

-          Jenis/type mesin

-          Kapasitas adukan

-          Jenis dan gradasi agregat

-          Slump yang dipakai

Akan tetapi pada umumnya waktu pengadukan harus diambil paling sedikit 1,5 menit setelah semua bahan dimasukan kedalam teromol.

 

Tabel. 1. Merupakan ketentuan dari waktu pengadukan minimum berdasarkan penyelidikan oleh ACI dan BR

Tabel. 1. Waktu pengadukan minimum

Kapasitas Mesin Pengaduk

M3

Waktu pengadukan Minimum (menit)

Bureau of Reclamation

American Concrete Institute and A.S.T.M Standard C 94-72

0,8 sampai 1

1,5 sampai 2

2,3 sampai 3

3,1 sampai 4

3,8 sampai 5

4,6 sampai 6

7,6 sampai 10

1

1

2

2

2

3

3

1

1

1

1

2

2

3

 

PENGARUH WAKTU PENGADUKAN TERHADAP MUTU BETON

  1. Terlalu sebentar

Pencampuran bahan kurang merata, sehingga berakibat berkurangnya pengikatan antara bahan-bahan beton.

  1. Terlalu lama

-          Suhu beton naik

-          Terjadinya keausan/pecahnya agregat akibat pergesekan yang lama

-          Diperlukan pertambahan air

-          Nilai slump bertambah

-          Kekerasan akan berkurang.

PEMERIKSAAN BETON

Tujuan :
Setelah akhir pelajaran Mahasiswa diharapkan dapat :

  1. Menerangkan pengambilan contoh uji beton
  2. Menerangkan fungsi dari slump test, pembuatan bentda uji kuat tekan dan pemerikasaan volume hasil pengadukan
  3. Menerangkan bentuk dari slump beton
  4. Menyebutkan ketentuan yang harus diperhatikan dalam pemeriksaaan beton
  5. Menerangkan prosedur pemeriksaaan slump beton dan pembuatan contoh benda uji tekan beton dan penentuan volume hasil pengadukan.

Pendahuluan

Setelah beton diaduk (beton dalam keadaan segar), maka untuk mengetahui keadaan beton ini perlu dilakukan pemeriksaaan. Bentuk dari pemeriksaan ini ada 3 macam yaitu :

  1. Pemeriksaan terhadap konsistensi beton (kekentalan beton), p[emerikasaan ini dilakukan dengan menggunakan slump test, atau yang sering dikenal pemeriksaan slump test.
  2. Pemeriksaan kuat tekan, dalam pemeriksaan kuat tekan tidak dapat dilakukan di lapangan, tetapi dilakukan di laboratorium. Jadi untuk pengerjaan di lapangan hanya dalam pembuatan benda uji. Bentuk dari benda uji tekan ini ada 2 macam yaitu Kubus dan Silinder.
  3. Pemeriksaan volume hasil pengadukan (yield Test), pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui banyaknya volume beton yang diiinginkan itu sesuai atau tidak dengan volume yang dihasilkan setelah pengadukan, sehingga pemborosdan pemakaian bahan dapat dihindari.

PEMERIKSAAN SLUMP BETON

Pemeriksaan slump beton ini, bertujuan untuk mengetahui konsistensi (kekentalan) dari beton, dari hasil pemeriksaaan inidapat diketahui apakah beton ini cukup workability nya (tingkat kemudahan untuk dikerjan) semakin besar nilai slumpnya akan semakin mudah dikerjakan.

PROSEDUR PEMERIKSAAN

  1. Peralatan slump ters yang terdiri dari :
    1. Alat slump test, yang terdiri dari :
      1. Kerucut terpancung dengan diameter atas 10 cm, diameter bawah 20 cm dan tinggi 30 cm.
      2. Bidang atas yang tidak meresap air
      3. Tongkat baja  ø16 mm, panjang 60 cm dengan ujung yang dibulatkan

 

  1. Mistar ukur dari baja.

 

  1. Langkah Kerja
    1. Masukan beton kedalm kerucut standard dari baja setiap 1/3 bagian beton dalam kerucut, dipadatkan dengan batang standard dari baja sebanyak 25 kali pemadatan.
    2. Setelah penuh dan rata, didiamkan dahulu selama setengah menit, baru kerucut ditarik vertical keatas perlahan-lahan.

BENTUK DARI SLUMP

Dari hasil pemeriksaan slump ternyata slump beton terjadi dalam beberapa bentuk, yaitu :

 

 

NILAI  SLUMP UNTUK PEKERJAAN KONSTRUKSI

Untuk mencegah pengguanaan adukan beton yang terlalu kental atau terlalu encer, dianjurkan untuk menggunakan table dibawah ini.

Tabel…..Nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton.

URAIAN

SLUMP (CM)

               Maksimum                  Minimum
Dinding, Plat pondasi dan pondasi telapak bertulang.

 

Pondasi telapak tidak bertulang kaison dan konstruksi dibawah tanah.

 

Pelat, kolom, balok, dan dinding.

 

Pengerasan jalan.

 

Pembetonan missal.

12,5                           5,0

 

 

9,0                            2,5

 

 

15,0                         7,5

 

7,5                           5,0

 

7,5                           2,5

 

 

Untuk maksud dan alas an-alasan tertentu, maka dengan persetujuan pada ahli, dapat dipakai nilai-nilai slump yang menyimpang dari pada yang tercantum dalam table……, asal dipenuhi hal-hal sebagai beriktu :

-          Beton dapat dikerjakan dengan baik

-          Tidak terjadi pemisahan agregat (segregasi) dari adukan

-          Mutu beton yang disyaratkan tetap terpenuhi.

PEMBUATAN BENDA UJI KUAT TEKAN BETON

Pembuatan benda uji ini bertujuan untuk mengetahui sipat kuat tekan dari beton dan sekaligus sebagai pedoman waktu untuk pembukaan bekisting.

 

BENTUK DARI BENDA UJI.

Berdasarkan PBI 1971, benda uji untuk pemeriksaan kuat teka beton, dibuat dalam dua bentuk yaitu kubus dan silinder. KEdua betuk tersebut masing-masing mempunyaiperbedaa kuat tekan (lihat table……) dibawah ini :

Tabel……. Perbandingan kuat tekan beton dari berbagai benda uji  < 28 hari

Benda uji Perbandingan kekuatan tekan
Kubus 15 x 15 x 15 cm

Kubus 20 x 20 x 20 cm

Silinder  ø15 x 30 cm

1,00

0,95

0,83

 

 

PENGAMBILAN CONTOH BENDA UJI

 

Pada pekerjaan beton dengan jumlah dari masing-masing mutu beton lebih besar dari 60 cm3, untuk masing-masing mutu beton harus dibuat 1 (satu) benda uji setiap 5 m3 beton dengan minimum 1 benda uji tiap hari, kesuali pada permulaan dari pelaksanaan, dimana frekwensi pembuatan benda uji harus lebih besar agar dalam waktu sesingkat-singkatnya dapat terkumpul 20 benda uji, setiap 3 m3 beton harus dibuat 1 benda uji. Segera setelah terkumpul 20 benda uji pada umur 28 hari. Maka dari hasil pemeriksaaan kekuatan tekan benda uji terpenuhi.

Pada pekerjaan beton dengan jumlah dari masing-masing mutu beton kurang dari 60 m3 berlaku ketentuan-ketentuan berikut, untuk masing-masing mutu beton. Pembuatan benda uji dapat dilakukan sebagai berikut :

Interval jumlah pengecoran beton (m3) yang kira-kira sama diantara p[embuatan benda-benda uji ditetapkan sedemikian rupa, setelah selesai pengecoran-pengecoran beton seluruhnya, utnuk masing-masing mutu beton dapat terkumpulkan minimum 20 benda uji.

Apabila karena alas an-alasan tertenbtu pembuatan 20 benda uji diangap tidak praktis atau tidak dapat dilakukan maka jumlah benda uji yang dibuat boleh kurang 20 buah asal pembuatannya dilakukan dengan interval jumlah pengercoran yang kira-kira sama.

 

PROSEDUR PEMBUATAN BENDA UJI

PERALATAN

  1. SIlinder/kubus

Jika dibuat benda uji berbentuk kubus, maka cetakan harus paling sedikit mempunyai 2 dinding yang berhadapan terdiri dari bidang-bidang yang rata betul dari plat baja, kaca, atau alumunium (kayu tidak boleh dipakai). Cetakn disapu sebelumnya dengan vaselin, lemak atau minyak agar mudah dapat dilepas dari beton, kemudian diletakan diatas bidang alas yang rata yang tidak menyerap air.

  1. Vibrator atau tongkat baja  16 mm, panjang 60 cm dengn ujung dibulatkan.

 

  1. Sendok Spesi

LANGKAH KERJA

  1. Peralatan benda uji pertamna-tama diberi minyak agar mudah dilepas.
  2. Masukan beton ke dalam cetakan dalam 3 lapis yang kira-kira sdama tebalnya dan masing-masing lapisan ditusuk 25 kali dengan tongkat baja.
  3. Jika mengunakan vibrator, maka adukan dimasukan hingga memenuhi cetakan kemudian di getar, jarum vibrator harus dimasukan centris tanpa menyetuh dasar cetakan. Penggetaran dihentikan apabila pada permukaan beton terlihat mengkilap oleh air semen.
  4. Ratakan permukaan beton
  5. Beri tanda pada permukaan beton yaitu : hari, tanggal dari pembuatan benda uji.
  6. Simpan selama 24 jam, contoh uji yang baru dibuat dalam dalam udara lembab (dilindungi dari penguapan)
  7. Setelah 24 jam contoh uji beton dapat dibuka dari cetakan
  8. Dan direndam contoih uji dalam air sampai batas waktu pengujian khusus untuk contoh uji yang berbentuk silinder sebelum di uji diberi lapisan sulfur compounds setebal 1/8 – 1/16 inchi, tujuannya agar didapat permukaan beton yang rata.

WAKTU PEMERIKSAAAN CONTOH UJI BETON.

Dalam waktu singkat sudah ada gambaran tentang mutu dari beton dan dari pelaksanaan, maka dianjurkan untuk disamping membuat benda-benda uji beton untuk diperiksa pada umur 28 hari, 3 hari, dan 7 hari. Hasil pemeriksaan dengan benda-benda uji ini, dapat dijasdikan dasar untuk mempertimbangkan apakah perlu diadakan p[erubahan dalam campuran beton dan cara pelaksanaannya.

Sebagai penilaian yang menentukan bagi mutu beton tetap harus diambil berdasarkan benda-benda uji pada umur 28 hari.

Disamping untuk mengetahui sifat kuat tekan beton, juga telah dijelaskan sebelumyna  yaitu dengan waktu pemeriksaan yang singkat dapat dipergunakan. Untuk menilai apakah beton sudah cukup keras, sehingga cetakan atau acuan dapat dibongkar atau beban-beban dapat dikerjakan padanya.

Perhitungan kuat tekan beton dalam berbagai umur mempunyai perbedaan :

UMUR BETON (Hari)

3

7

14

21

28

98

365

Semen Portland biasa

0,40

0,65

0,88

0,95

1

1,20

1,35

Semen Portland dengan kekuatan awal tinggi

0,55

0,75

0,90

0,95

1

1,15

1,20

 

PEMERIKSAAN VOLUME HASIL PENGADUKAN (YIELD TEST)

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah volume yang dihasilkan dari pengadukan sama dengan volume beton berdasarkan perhitungan, sekaligus berfungsi untuk menghidari pemakaian bahan yang berlebih-lebihan.

PENGAMBILAN CONTOH UJI

Adukan untuk pemeriksaaan volume hasil pengadukan, diambil dari pengadukan yang permulaan. KArena untuk pengadukan selanjutnya dengan berpedoman pada pengadukan pertama volume aduk dapat diketahui.

PROSEDUR PEMERIKSAAN

PERALATAN

  1. Mesin pengaduk
  2. Bak penentu volume : Bak ini berbentuk empat persegi panjang dengan panjang selebar 1 m sedangkan tinggi dibuat 60 cm. Untuk mempermudah pembacaan, bak ini diberi ukuran pada skala tinggi.
  3. Vibrator
  4. Dolak
  5. Ember

LANGKAH KERJA

-          Adukan beton, sesuai dengan volume yang diinginkan

-          Tuang adukan beton, kedalam bak penentu volume

-          Padatkan aduk beton dalam bak, dengan vibrator hingga ketinggian aduk menjadi sama.

-          Ukur/tentukan ketinggian aduk beton pada 5 tempat

Catatan :

  1. Volume aduk beton sebenarnya dapat diketahui yaitu : panjang x lebar x tinggi
  2. Jika dari hasil pemeriksaaan ini, ternaya volume aduk lebih kecil atau lebih besar dibandingkan dengan volume yang diinginkan.

Maka dapat disimpulkan bahwa pemakaian bahan terlalu boros oleh karena itu perlu adanya koreksi bahan untuk menghindari hal ini, yaitu : manmbah agregat atau menyesuaikan jumlah semen dengan volume beton sebenarnya.

Contoh :

  1. Data yang diperoleh :

Untuk mencapai volume beton 1m3, maka : 0,95m3 beton + 0,05m3 agregat = 1m3 beton

  1. Koreksi :
    1. Menambah agregat
    2. Menyesuaikan jumlah semen dengan volume beton sebenarnya. Jadi jumlah semen yang harus dipakai untuk 0,95 beton adalah : 300 x 0,95 = 285 kg

PENGANGKUTAN BETON

 

Tujuan

Setelah akhir pelajaran Mahasiswa diharapkan dapat :

  1. Menyebutkan persyaratan pengakutan beton
  2. Menyebutkan cara pengangkutan beton.

Pendahuluan

Mengangkut beton adalah mengantarkan adukan betondari tempat pengadukan ketempat pengecoran.

PERSYARATAN PENGANGKUTAN BETON

  1. Pengangkutan harus berjalan lancer, sehingga tidak terjadi perbedaan waktu penyekatan yang menyolok antara beton yang sudah dicor dan yang akan dicor.
  2. Pengangkutan yang memerlukan jangka waktu yang panjang dianjurkan menggunakan bahan pengambat beton (retarder).
  3. Kondisi aduk selama pengangkutan
    1. Tidak terjadi segrgegasi (pemisahan agregat)
    2. Tidak terjadi bleeding (air yang keluar ke permukaan beton)
    3. Tidak terjadi kehilangan bahan
    4. Workability tidak berubah
    5. Tidak kehilangan air/bocor

CARA PENGANGKUTAN

Pengankutan beton dapat dilakukan dengan 2 macam cara yaitu :

  1. Secara manual : Peralatan yang dipakai antara lain , ember, dolak, talang dan lain-lain.
  2. Secara masinal : Peralatan yang dipakai seperti menara tuang, pompa beton dan lain-lain.

PENGECORAN BETON

Tujuan

Setelah akhir pelajaran Mahasiswa diharapkan dapat :

  1. Menyebutkan persyaratan pengecoran beton
  2. Menyebutkan persiapan yang harus dilakukan sebelum pelaksanaan pengecoran beton
  3. Menerangkan cara mengecor beton pada konstruksi.

Pendahuluan

Mengecor beton adalah menuang aduk beton kedalam begisting, hingga terisi penuh. Karena pengecoran merupakn salah satu factor yang m,enentukan mutu beton, maka pelaksanaan pengecoran tidak boleh sembarang saja, melainkan harus memenuhi persyaratan dan langkah pengecoran yang baik agar didapat hasil pengecoran yang baik pula.

PERSYARATAN PENGECORAN

  1. Adukan beton harus dicor sedekat-dekatnya ketempat tujuan akhir, agar pemisahan bahan dapat dihindari.
  2. Pengecoran hendaknya dilakukan secepat mungkin setelah pengadukan
  3. Pengecoran hendaknya terus dilakukan hingga bekisting penuh oleh adukan beton, tetapi jika tidak mungkin, penghentian pengecoran harus pada tempat yang telah di tentukan.

PERSIAPAN SEBELUM PENGECORAN BETON

Persiapan ini dilakukan terhadap terhadap keadaan tempat pengecoran yang antara lain :

  1. Kedudukan dan kekokohan begisting harus dalam keadaan baik.
  2. Kedudukan dari jaringan tulangan telah dipasang benar.
  3. Antara jaringan tulangan dan begisting telah diberi jarak beban untuk selimut beton.
  4. JAringan tulangan dalam keadaan bebas dari minyak, kotoran dan lain-lain.
  5. Kotoran-kotoran pada begisting telah dihilangkan, jadi begisting dalam keadaan bersih.
  6. Begisting telah disiram dengan air hingga jenuh.

Tujuannya :

-          Agar kotoran-kotoran pada begisting dapat dihilangkan

-          Mempersempit celah-celah begisting akibat pemuaian beguisting

-          Mencegah terhisapnya air beton oleh bekisting.

PENGECORAN BETON PADA BERBAGAI KONSTRUKSI.

Karena setiap konstruksi mempunyai bentuk yang berbeda , maka cara kerja pengecorannya mempunyai perbedaan pula.

PENGECORAN KOLOM

Konstruksi kolom pada umumnya dibuat tinggi, maka untuk mencegah terjadinya pemisahan bahan, dipergunakanlah pipa penghantar beton (lihat pada lembaran perlatan pekerjaan beton). Cara kerja pengecoran dengan menggunakan pipa ini adalah sebagai berikut :

Cara kerja pengerjaan dengan menggunakan pipa ini adalah sebagai berikut :

Pertama-tama pipa dimasukan kedalam cetakan kemudian kedudukan pipa diatur hingga stabil, antara ujung pipa dengan akhir pengecoran diberi jarak bebas  10-20 cm, lalu aduk beton dimasukan kedalam cetakan melalui pipa tersebut, setelah aduk beton diperkiraan telah mencapai dasar pengecoran, pipa secara perlahan-lahan diangkat. Proses kerja seperti ini berlanjut terus hingga cetakan terisi penuh oleh adukan beton.

 

 

 

 

PENGECORAN DINDING

Cara kerja pengecoran konstruksi dinding, hampir sama dengan pengecoran konstruksi kolom. Karena dinding bentuknya lebih panjang, maka pengecoran dinding ahrus selpis demi selapis. Pengecoran ini dapat dilakukan dari hanan kekiri atau sebaliknya.

PENGECORAN LANTAI / PELAT.

Pengecoran lantai/pelat dimulai dari salah satu ujung tepinya hingga selesai atau sampai pada siar pelaksanaan yang telah disiapkan dan dalam pengecoran hendaknya dilakukan sejajar dengan tulangan pokok.

 

Bagian yang telah dicor hendaklnya diratakan permukaanya setelah pemadatan beton, dari kelebihan adukan tanp[a menununggu bagian lain selesai dicor.

 

PEMADATAN BETON

Tujuan :

Setelah Akhir pelajaran Mahasiswa diharapkan dapat :

  1. Menyebutkan persyaratan pemadatan beton
  2. Menyebutkan dan menerangkan cara pemadatan beton

Pendahuluan

Pemadatan beton adalah bertujuan untuk memperkecil rongga-rongga udara didalam beton dimana dengan cara ini masing-msaing bahan akan saling mengisi celah-celah yang ada. Keuntungan dari pem,adatan beton adalah meningkatkan sifat dari beton seperti : Kekuatan tekan, keawetan, kerapat air dan lain-lain.

PERSYARATAN PEMADATAN BETON

  1. Pada pembuatan mutu beton kelas III pemadatan dapat dikerjakan dengan menumbuk, merojok, atau mengetuk, tetapi dianjurkan menggunakan alat penggetar.
  2. Pada pembuatan mutu beton  kelas III, pemadatan beton siwajibkan menggunakan alat penggetar.
  3. Pemadatan harus dilakukan secepatnya mungkin setelah pengecoran beton.

CARA PEMADATAN BETON

Pemadatan beton dapat dilakukan dalam beberapa macam, yang antara lain :

  1. Penumbukan
  2. Pengecoran dan pengetukan
  3. Penggetaran

Dari kerja cara pemadatan ini pemadatan dengan penggetaran lebih baik dibandingkan yang lainnya, karena nilai FAS dapat dipakai seminimal mungkin dan hasil pemadatannya sangat baik.

PENUMBUKAN BETON

Penumbukan ini menggunakan alat penumbuk (lihat pada lembaran peralatan pekerjaan beton). Penumbukan ini dilakukan lapis demi lapis yang masing-masing lapisan mempunyai ketebalan 10-15 cm. Cara ini terus dilakukan hingga beton mencapai ketinggian yang diinginkan.

PENGROJOKAN DAN PENGETUKAN

Pengerjaan pemadatan ini ialah :

Dengan merojok aduk beton dan bersamaam dengan perojokan itu, bagian bawah cetakan diketuk-ketuk dengan palu. Hasil pemdatan dengan cara ini lebih baik dari pada pemadatan hanya dengan di rojok-rojok adukan saja.

PENGGETARAN

Pemadatan dengan cara penggetaran dilakukan dengan menggunakan alat penggetar (vibrator) yang dapat bergetar dalam jumlah tertentu tiap menitnya. Pengetaran ini mempunyai 3 macam cara yaitu :

  1. Penggetran di permukaan
  2. Penggetran melalui perantaraan bekisting
  3. Penggetran dalam adukan

Dari tiga cara penggetaran diatas yang paling baik adalah penggetaran cara ke 3 dan sering dilakukan dilapangan. OLeh karena itu dalam uraian ini hanya membahas tentang penggetaran dalam adukan.

 

PENGGETARAN DALAM ADUKAN

Penggetaran ini dimaksutkan dengan memasukan jarum vibrator kedalam adukan.

KETENTUAN PENGGETARAN

  1. Aduk beton tidak boleh terlalu encer, untuk mencegah terjadinya segregasi dan bleeding.
  2. Penggetaran harus segera setelah adukan di cor (dituangi) kedalam bekisting dan dihentikan apabila pada permukaan beton tidak mengeluarkan gelembung-gelembung udara serta air semen telah menggenang dipermukaan beton.
  3. Vibrator hanya boleh dipakai sebagai pemadat, bukan sebagai menyebarkan adukan.
  4. Untuk mencegah kerusakan pada cetakan, maka vibrator dianjurkan tidak mengenai bekisting
  5. Untuk mencapai hasil pemadatan yang baik, maka pemadatan harus dimulai dari bagian bawah aduk yang kemudian perlahan-lahan di tarik keatas. Karena bila terlalu cepat akan meninggalkan rongga dibawahnya.
  6. Posisi vibrator dianjurkan vertical atau maksimal miring 45o, agar segregasi pada aduk beton dapat dihindari.
  7. Untuk mencapai ikatan yang baik antara adukan yang telah dipadatkan atau yang sedang dipadatkan maka ketika memadat ujung vibrator diusahakan masuk kedalam beton yang telah dipadat maximal 1/3 tinggi lapisan jangan sampai seluruhnya masuk lapisan, karena dapat mengganggu proses hidrasi yang sedang berlangsung.
  8. Pada pemadatan ditempat yang miring dapat digunakan tabung penolong sebagai perantara.

LAMA PENGGETARAN

Lama penggetaran aduk beton maksimum adalah 30 detik, tetapi dapat pula ditentukan berdasarkan beadaan aduk, yaitu apabila adukan mulai Nampak mengkilap (air semen mulai memisahkan diri dari aggregate) penggetarn dihentikan. Penarikan jarum vibrator tidak boleh terlalu cepat agar rongga bekas jarum dapat diisi penuh lagi dengan adukan.

PERATAAN PERMUKAAN BETON

Tujuan

Setelah akhir pelajaran Mahasiswa diharapkan dapat :

  1. Menyebutkan persyaratan perataan permukaan beton
  2. Menerangkan cara meratakan permukaan beton

Pendahuluan

Perataan permukaan beton yang dimaksutkan adalah perataan bidang beton yang tidak tertutup oleh bekisting. Tujuannya adalh untuk mendapatkan permukaan beton yang baik dengan ketinggian sesuai dengan yang diinginkan. Pelaksanaan perataan ini dikerjakan ketika beton dalam keadaan basah.

PERSYARATAN PERATAAN BETON

  1. Perataan bidang beton harus segera apabila salah satu bagian bekisting telah diisi penuh aduk beton.
  2. Lubang-lubang atau penonjolan dari agrgeta harus tidak ada pada permukaan beton, jadi permukaan beton harus rata dan padat.

CARA PERATAAN PERMUKAAN BETON

Pertama-tama bidang beton diratakan dengan jidar (lihat pada lebaran peralatan per. Beton) Pemakaian jidar ini dapat langsung dikerjakan untuk bidang pengecoran yang kecil dengan meletakan jidar diatas bekisting, kemudian jidar digerakan maju mundur dengan zig zag.

Untuk pengecoran konstruksi yang luas, kerataan permukaan dan ketebalan konstruksi permukaan dan ketebalan konstruksi ditentukan oleh mistar pengukur, yang diletakan diatas papan yang diberi kaki. Bagian Bawah mistar dibuat rata dan tinggi sama dengan ketebalan konstruksi yang di cor.

 

Mistar ini dapat digerakan kekanan-kekiri, setelah ketebalan kosntruksi tercapai, papan penyangga mistar dapat dipindahkan tempatnya dan lubang-lubang bekas kaki papan di cor dengan beton sampai padat. Karena padat perataan pertama, masih terdapat penonjolan penonjolan dari permukaan beton maka untuk itu dilakukan peruskaman.

Dengan menggosokan ruskam dengan gerakan melingkar dan disertai permukaan, maka permukaan beton Nampak lebih rata.

Perlu diingat bahwa peruskaman jangan terlalu lama, untuk mencegah terjadinya bleeding pada beton. Permukaan beton didiamkan hingga tuidak terdapat genangan air pada permukaan beton, setelah itu dilanjutkan kembali peruskaman.

 

PERAWAT BETON

Tujuan

Setelah akhir pelajaran MAhasiswa diharapkan dapat :

  1. Menerangkan pengertian daripada perawatan beton
  2. Menerangkan pengaruh dari perawatan beton terhadap sifat beton
  3. Menyebutkan persyaratan dari perawatan beton
  4. Menerangkan cara merawat beton.

Pendahuluan

Akibat tercmapurnya semen dengan air dalam pembuatan aduk beton maka terjadilan proses hidarasi pada semen yang mengakibatkan mengerasnya aduk beton. Untuk mencapai pengerasan aduk beton yang sempurna maka air didalam beton harus dicegah agar jangan samapai hilang sebelum beton mengeras. Usaha pencegahan ini disebut dengan perawatan beton.

PENGARUH PERAWATAN BETON TERHADAP SIFAT BETON.

Pengaruh dari perawatan beton adalah :

  1. Meningkatkan keawetan beton
  2. Meningkatkjan kerapatan (rapat air) daripada beton
  3. Meningkatkan kekuatan beton

Akan tetapi apabila beton tidak mendapatkan perawatan sama sekali maka akan mengakibatkan proses hidarasi semen dengan segera terhenti karena penguapan air dalam beton tidak tertahan sehingga menyebabkan :

  1. Retak-retak pada permukaan beton akibatkan perbedaan temperature antara suhu pada permukaan beton dengan suhu didalam beton.
  2. Timbul pori pada beton
  3. Kekuatan dan keawetan semen akan menurun.

Perbedaan kekuatan beton antara beton yang tanpa perawatan dengan yang dilakukan perawatan setelah 3 dan 7 hari diudara dan perawatan yang terus menerus dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PERSYARATAN DARI PERAWATAN BETON

  1. Perawatan beton harus dilakukan pada awal pengerasan beton dan selambat-lambatnya 7 hari setelah pengecoran.
  2. Lama perawatan beton dianjurkan sampai beton dapat memikul beban sendiri (yang paling baik ialah 28 hari)
  3. Selama perawatan bekisting harus pula dijaga ke lembabannya atau selalu disiram dengan air.

CARA PERAWATAN BETON

Perawatan beton dapat dilakukan dalam beberapa macam cara, yang antara lain :

  1. Menambah kelembabab pada beton
  2. Mencegah hilangnya kelembaban dalam beton
  3. Mempercepat pengerasan

Uraian dibwah ini hanya membahas perawatan beton pada point 1 dan 2, sedangkan point 3 tidak diuraikan karena cara ini dilakukan untuk perawatan beton precast, bukan untuk pekerjaan pembuatan beton dilapangan.

Menambah kelembaban

Penambahan kelembaban pada beton, dilakukan dengan menggunakan beberapa macam bahan, yang antara lain :

  1. Air.

Air yang dipakai untuk menambhkan kelembaban harus air yang bersih dan tidak tercampur dengan bahan-bahan yang dapat merusak mutu beton. Air tersebut digenangkan pada permukaan beton untuk menjaga agar air tidak mengalir keluar dari permukaan beton maka disekeliling bidang beton diberi penahan air

Panggenangan air ini harus terus menerus agar air tidak sampai mongering batas waktu perawatan beton.

  1. Menutup bidang beton

Penutupan bidang beton ini dilakukan dengan menggunakan karung, pasir, terpal, serbuk gergaji dll. Bahan-bahan ini dihamparkan dalam keadaan basah pada permukaan beton. Sama halnya dengan point, penutup ini juga harus dijaga tetap dalam keadaan basah.

Mencegah kehilangan kelembaban

Pencegahan ini dapat dilakukan dengan menggunakan :

  1. Kertas tidak tembus air (water proof paper)
  2. Plastik dan lain-lain.

Bahan-bahan tersebut dihamparkan diatas bidang beton, antara bidang beton dan bahan penutup harus diberi jarak bebas, agar penutup tersebut tiodak mengganggu permukaan beton.

 

Diingat …?

Kedua cara perawatan ini hanya dilakukan untuk bidang beton yang kedudukannya horizontal. Sedangkan untuk yang keduduakn konstruksi vertical perawatan perawatan beton dilakukan dengan membasahi bekisting.

MASA PERAWATAN BETON.

Lama perawatan beton tergantung daripada :

  1. Type semen
  2. Perbandingan adukan
  3. Letak dan bentuk konstruksi
  4. Temperatur
  5. Dan lain-lain

Tetapi pada umumnya perawatan dari beton dilakukan :
1. Untuk kolom sederhana lama perawatan 2-3 hari

  1. Untuk balok dan plat lama perawatan  ± 2 minggu sedangkan lama perawatan yang paling baikmadalah selama  ± 28 hari (bebuatanbeton mencapai 100%).

 

 

 

 

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.